Category: Tafsir PSAK

Nilai Terpulihkan (Recoverable Amount)Nilai Terpulihkan (Recoverable Amount)

0 Comment

Pengujian penurunan nilai dilakukan dengan membandingkan nilai tercatat (carrying amount) dan nilai terpulihkan (recoverable amount). Jika nilai tercatat lebih tinggi dari nilai terpulihkan, maka aset mengalami penurunan nilai dan harus diturunkan sebesar nilai terpulihkannya. Dalam hal ini, nilai tercatat aset menunjukkan daya melaba (earning power) atau dalam kata lain, manfaat ekonomik yang dapat digunakan entitas […]

Penurunan Nilai Aset Berdasar PSAK 48 & 64Penurunan Nilai Aset Berdasar PSAK 48 & 64

0 Comment

Dalam sejarah perkembangan akuntansi, penurunan nilai merupakan metode pelengkap depresiasi yang digunakan dalam model biaya (historical cost model). Hal ini dikarenakan metode depresiasi tidak mencerminkan perubahan nilai kini dari aset (Kvaal, 2005). Wiecek & Young (2009) menjelaskan tujuan penyajian sumber daya ekonomik di laporan posisi keuangan sebagai berikut, An entity’s economic resources are presented on […]

ARO & ASRARO & ASR

0 Comment

Akhirnya, saya punya niat, minat, dan waktu untuk menulis. Kali ini topik bahasan adalah ARO dan ASR. Langsung saja, ARO merupakan singkatan dari Asset Retirement Obligation, yaitu suatu kewajiban bagi entitas untuk mengembalikan lokasi (site) yang telah selesai digunakan ke kondisinya semula. ARO secara implisit diatur dalam PSAK 16: Aset Tetap, PSAK 57: Provisi, liabilitas […]

Tafsir ISAK 9 (Intepretasi atas PSAK 16 Paragraf 16 C dan PSAK 57)Tafsir ISAK 9 (Intepretasi atas PSAK 16 Paragraf 16 C dan PSAK 57)

0 Comment

Pembahasan kali ini melanjutkan pembahasan dalam tulisan sebelumnya mengenai PSAK 16 paragraf 16 C. ISAK 9 yang kali ini akan dibahas berjudul: Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi dan Liabilitas Serupa. ISAK ini terkait dengan PSAK 16:16c dan PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi. Keterkaitan dua PSAK dan satu ISAK ini ada dalam […]