Chat Jurnal Penyesuaian

[29/11/2020]

Tanya: Pagi kak mau tanya nih, cara bedain soal penyesuaian dicatat di pendekatan beban sama neraca gimana ya?

Jawab:

Pagi… Sebelumnya perlu dipahami dulu bahwa:
A. Penyesuaian ini dilakukan untuk prinsip akrual (transaksi dicatat pada saat terjadinya bukan pada saat kas/setara kas diterima/dikeluarkan).
B. Oleh karena itu, maka penyesuaian dilakukan atas:

  1. Beban/Pendapatan yang kasnya sudah keluar/diterima tapi hak/kewajiban belum dilaksanakan, contoh: Beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka.
  2. Beban/Pendapatan yang kasnya belum keluar/diterima tapi hak/kewajiban sudah dilaksanakan, contoh: Beban & Pendapatan Akrual.

C. Secara prinsip akuntansi, pengeluaran yang belum menjadi kewajiban, masih merupakan aset kita (ingat definisi aset, manfaat ekonomik yang kita kuasai). Sementara penerimaan atas kewajiban yang belum kita laksanakan masih dicatat di kewajiban/liabilitas (ingat prinsip liabilitas, kewajiban yang harus kita laksanakan).
D.1. Pendekatan Neraca mencatat transaksi2 di poin B melalui akun neraca pada saat terjadinya transaksi, kemudian menyesuaikan nilai yang menjadi hak/kewajiban sesungguhnya di akhir periode.
D.2. Pendekatan laba rugi mencatat transaksi2 di poin B melalui akun laba rugi pada saat terjadinya transaksi, kemudian menyesuaikan nilai yang menjadi hak/kewajiban sesungguhnya di akhir periode.
E. Penyesuaian dilakukan dengan melakukan counterbalance akun, sehingga nilai yang diakui pada akun rugi/laba di akhir periode menunjukkan jumlah yang menjadi hak/kewajiban.

Contoh.
Pada tanggal 5 Desember kita membayar beban listrik untuk 5 bulan ke depan sebesar Rp500.

Dalam transaksi ini, beban listrik Desember adalah sebesar 1 bulan saja, yaitu Rp100.

Pendekatan Neraca:
Kita catat:
5/12 Dr Beban dibayar di muka (akun Neraca posisi di Aset) Rp500
Cr Kas Rp500
31/12 Dr Beban Listrik Rp100
Cr Beban dibayar di muka Rp100

Di 31 Des, kita mengakui Beban Listrik Des Rp100 dan Beban dibayar di muka Rp400

Pendekatan Laba/Rugi:
5/12
Dr Beban Listrik Rp500
Cr Kas Rp500
31/12 Dr Beban dibayar di muka Rp400
Cr Beban Listrik 400

Di 31 Des, kita mengakui Beban Listrik Des Rp100 dan Beban dibayar di muka Rp400

Catatan: Beban dibayar di muka, walaupun nama akunnya pakai kata Beban, sebetulnya merupakan pos Neraca, ada di sisi Aset. Ini hanya untuk menunjukkan bahwa Beban ini dibayar (kas keluar) di muka, artinya belum menjadi Beban dan oleh karena itu masih di posisi Aset (Neraca).

Pada praktiknya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Neraca. Pendekatan laba rugi punya kelemahan, yaitu:

  1. Orang bisa lupa menyesuaikan di akhir periode karena langsung mengakui beban pada saat terjadinya transaksi.
  2. Kerumitan di sistem akuntansi karena pada saat penyesuaian memunculkan abnormal balance yaitu mengkredit beban (beban normalnya debit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *