Konsep Konservatisme (conservatism) dalam IFRS

Beberapa bulan yang lalu, ketika saya mengisi kuliah umum di kampus STIE Kesatuan Bogor, saya mendapat pertanyaan mengenai tidak digunakannya lagi konsep konservatisme dalam IFRS. Pada waktu itu, pertanyaan ini belum dapat saya jawab karena saya sendiri belum mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini. Kemudian, karena rasa ingin tahu yang cukup kuat (dan perasaan bersalah karena tidak dapat menjawab pertanyaan pada waktu itu), saya bertanya pada pakar SAK, Bapak Sriyanto. Menurut beliau, konsep yang digunakan sekarang adalah prudence bukan lagi conservatism. Conservatism itu konsepnya kalau untung mengakuinya hati2, tapi kalo rugi langsung diakui. Namun dalam konsep prudence, atau kehati-hatian, pendapatan atau untung diakui jika memang syarat2nya sudah terpenuhi. Contohnya di PSAK Pendapatan, ada syarat-syarat ketika pendapatan dapat diakui. Ketika syarat-syarat pengakuan pendapatan belum terpenuhi maka pendapatan belum dapat diakui. Tapi saya masih kurang puas dengan jawaban ini.

Nah, beberapa waktu lalu saya menemukan jurnal menarik mengenai conservatism under IFRS. Di sini saya menemukan jawaban atas pertanyaan ‘hilang’nya konsep/prinsip konservatisme (conservatism) dalam IFRS. Jika anda juga ingin tahu jawabannya, silakan baca jurnal yang saya maksud dalam tautan ini.

0 thoughts on “Konsep Konservatisme (conservatism) dalam IFRS”

  1. nofa syifa says:

    assalamualaikum
    mas handoko saya mau nanya IFRS no berapa yang menyebutkan bahwa prinsip konservatisme sudah ttidak di pakai lg?terimaksh mas di tunggu jawabanya

    1. Handoko says:

      Konsep tersebut sudah tidak disebut lagi dalam IFRS. Pertamanya saya pikir konsep ini dihilangkan, tapi ternyata hanya diganti nama menjadi Pudence. Menurut beberapa pakar SAK, ada perbedaan sedikit. Tapi menurut guru saya, Pak Suwardjono, sebetulnya Prudence ini agar istilahnya berbeda saja dengan US GAAP (anti amerika). Bagaimana menurut anda?

  2. rinasoviani says:

    Apakah ada perbedaan yang menjelaskan lebih rinci mengenai konservatisme dan prudence ini? dan apakah alat ukur yang digunakan dalam prudence? mohon bantuannya untuk penyelesaian skripsi say, makasi 🙂

    1. Handoko says:

      Coba cek paper SSRN berikut: http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2201206 (pakai regresi & ada pengukurannya) dan http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2201206. Coba dibaca dulu, nanti diskusi lagi.

      Salam,

  3. rinasoviani says:

    Apakah ada artikel tersebut dalam bahasa indonesia? makasi

  4. Eddy Ginting says:

    saya mau nanya pak..adat tidak pengaruh harga saham terhadap prinsip konservatif..??

    1. Handoko says:

      Kedua hal tersebut bisa dibilang saling mempengaruhi…

  5. riez says:

    berarti konservatisme dan prudence hampir sama atau masih berhubungan? atau didalam prudence itu ada unsur konservatismenya begitu? mohon tanggapannya

    1. Handoko says:

      Hampir sama sebetulnya…

  6. Sindo says:

    Kalau menurut Bapak, konservatisme ini akan meningkat atau menurun praktiknya dengan adanya konvergensi IFRS ini?

    1. Handoko says:

      Meningkat atau menurun itu harus dibuktikan secara empiris. Saya tidak mau mengemukakan opini pribadi untuk hal semacam ini. Jadi harus diteliti, misalnya dengan cara ditanyakan ke akuntan di perusahaan yang menerapkan IFRS. Seberapa konservatif mereka dalam praktik di perusahaan mereka…

  7. widya anggraini says:

    mau nanya nih pak, apakah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI menerapkan konsep prudence ini? jika tidak, bagaimana kita mengetahui bahwa perusahaan itu memakai konsep prudence? dan bisakah kita menghitungnya dengan proksi perhitungan prinsip konservatisme?

  8. Fakta Zebua says:

    mohon izin pak, mau nanya. Kalau konservatisme sdh dihasilkan dalam bentuk akar (sdh diukur melalui indikator tertentu) bagaimana kita bisa tau meningkatnya atau menurunnya suatu penerapan konservatisme akuntansi? dan selain itu, apakah itu tidak masuk akal, hanya memasukkan akun2 yang termasuk proksi pengukuran sedangkan kita tidak tau apakah sdh atau belum konservatisme diterapkan pada perusahaan.. Terima kasih pak..

    1. Yohanes Handoko says:

      Dapat dilakukan dengan memeriksa catatan atas laporan keuangan. IFRS mensyaratkan pengungkapan-pengungkapan tertentu yang dapat digunakan sebagai analisis awal penerapan konservatisme dalam kebijakan/metode/estimasi yang digunakan oleh manajemen dalam peyajian laporan keuangan. Sebagai contoh pemilihan metode full cost/successful efforts, penerapan uji impairment, dll. Setelah melihat pilihan-pilihan kebijakan/metode/estimasi akuntansi, dapat dilihat kaitannya dengan trend di pos laporan keuangan yang terkait dengan kebijakan tersebut.

      Salam,

  9. Rokhaya says:

    mohon maaf iin bertanya pak, saya sedang melakukan riset perbedaan konservatisme pre &post adopsi IFRS dan hasilnya knservatisme tidak semakin meningkat beberapa riset luar negeri seperti Zhang di new zealand setelah adopsi IFRS justru more conservative. faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat konservatisme diindonesia justru semakin menurun setelah adopsi IFRS? bukankah lebih bagus kalau perusahaan itu lebih konservatif dalam penyajian LK? mohon pencerahannya Pak. terima kasih

    1. Yohanes Handoko says:

      Mohon maaf baru bisa menjawab. Ada banyak faktor yang mempengaruhi konservatisme, misalnya perilaku manajemen dan motivasi manajemen. Sebagai contoh PSAK 64 mengenai eksplorasi & evaluasi sumber daya mineral. PSAK ini diadopsi dari IFRS interim, artinya IFRSnya sendiri belum selesai. Kalau dilihat, masih ada paragraf yang mengecualikan dari PSAK 25 di dalam PSAK 64 ini, artinya ruang pemilihan kebijakan akuntansi manajemen sangat luas. Mulai dari metode full cost yang tidak terlalu sesuai dengan prinsip IFRS sampai ke successfull efforts yang sangat konservatif. Manajemen bahkan diberi ruang untuk menyusun kebijakan akuntansinya sendiri asal tidak bertentangan dengan prinsip IFRS. Dalam situasi ini, perilaku dan motivasi manajemen sangat berperan.

      Semoga bermanfaat.

      Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *